Ikar Maradewi, Penulis Dongeng Cilik

PN.BOGOR l — Berawal dari senang membaca buku dongeng yang sering dibelikan oleh orang tuanya, Ikar Maradewi, siswi kelas dua sekolah dasar Islam ini akhirnya jadi tertarik untuk menulis dongeng.

Satu hari Ikar bisa menulis dua dongeng. “Dongeng yang Ikar tulis apa saja, tentang peri, tentang binatang, pohonan, negeri awan, pokoknya apa saja yang ada dikepala Ikar dituliskan,” kata anak sastrawan dan budayawan Putra Gara ini.

Kebiasaan menulis Ikar bisa jadi memang turunan dari orang tuanya, dimana sang bapak Putra Gara adalah seorang sastrawan dan budayawan yang sudah melahirkan banyak karya. Begitu pun sang ibu,,seorang guru kesenian yang juga aktif di dunia seni.

Meski begitu, menurut pengakuan mamanya Ikar – Maryati Sukendar,  ia tak pernah memaksa Ikar untuk mengikuti jejak papanya atau pun mamanya.

“Mungkin karena senang membaca, dan selama sekolah daring ini Ikar sudah membaca lebih dari lima buku dongeng nusantara, kisah anak islami, dan kisah-kisah yang lainnya, jadi kebiasaan ini terbawa kepada minatnya,” terang mamanya Ikar.

Selama sekolah di rumah, Ikar memang akhirnya memanfaatkan waktu luangnya dengan menulis dongeng. Yang lebih mencengangkan, ide dongengnya sangat imajinatif, dan tidak sama dengan dongeng-dongeng yang pernah ia baca.

Pada tanggal 26 November ini, dimana bertepatan dengan hari dongeng, mungkin dongeng yang Ikar tulis sudah lebih dari 10. Dan itu sudah bisa menjadi satu buku.

“Sebagai orang tua tentu kami bangga pada apa yang dilakukan Ikar, semoga kelak ia menjadi anak yang berguna,” harap mamanya Ikar.*** (D2N)

Loading

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: pajajaranred@gmail.com Terima kasih.