LKPDN Bogor : Penyaluran Bansos Marak “Dimainkan” Oknum

BOGOR, pajajarannews.com – Maraknya Kejadian dugaan penyalahgunaan Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terus bergulir di wilayah Kelurahan Menteng Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Pasalnya, diduga penyaluran tidak sesuai pedoman umum (pedum). Alhasil, banyak warga yang dibebankan dengan pembayaran kantong plastik.

Ketua Lembaga Perlidungan Konsumen Darma Nusantara (LKPDN) Bogor, Nur Hepi Yandi mengatakan, setelah melihat langsung bukti melalui video dan artikel di media ternama pihaknya berusaha menelusuri kaitan dengan BPNT dari mulai Keluarga Penerima Manfaat (KPM), e-waroeng sampai ke penyalur.

“ Dari beberapa hasil dokumentasi penyaluran BPNT di wilayah Kota Bogor Barat sepertinya diduga tidak memperhatikan pedoman umum (Pedum) , pada dasarnya bantuan sosial pangan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga kurang mampu, bilamana masih saja di bebankan dengan membayar kantung plastik dengan harga yang tidak wajar, itu sama saja mencari keuntungan dalam kesengsaraan, ditambah lagi bilamana penyaluran tersebut tidak sesuai speksifikasi bahan pokoknya”. Geram Hepi mengutip bharatanews.id Sabtu (27/6).

Menurutnya, penyaluran bantuan untuk warga kurang mampu yang diduga masih dimainkan oleh oknum tertentu, membuat para KPM makin menderita. Oknum tersebut sama saja makan rejeki masyarakat miskin. Hidupnya bisa kualat.

“ hal itu sudah keterlaluan. Bantuan dari pemerintah untuk orang kurang mampu saja masih dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” paparnya.

Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen kaitan dengan BPNT dari Tim Koordinasi untuk kroscek terkait dugaan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. “Pokoknya, ke depan harus bersih” imbuhnya.

Sebelumnya, Nur Hepi Yandi dirinya berjanji secepatnya akan melaporkan kejadian tersebut ke Saber Pungli,Tipikor dan instasi yang berkaitan dengan penyalahgunaan penyaluran BPNT.

“kita sebagai perwakilan masyarakat mempunyai kewajiban untuk melaporkan hal tersebut agar para oknum jera akan perbuatan ini “ tegasnya Nur Hepi Yandi

Namun sangat disayangkan, saat awak Media Bharatanews.id ingin melakukan konfirmasi terkait dugaan kejagalan dalam penyaluran BPNT kepada KPM, beberapa pihak diduga oknum agen penyalur berinisial Iv dan Bb mencoba menghalangi, mengusir serta mengintimidasi secara fisik ditengah kegiatan jurnalistik berlangsung.(Red)

1,074 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Copyright © 2019 Pajajaran News                        All Rights Reserved Powered by MasHer