PN. BOGOR | — Pengembangan potensi desa wisata berbasis hortikultura merupakan strategi yang prospektif untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan ekonomi masyarakat lokal, dengan fokus pada komoditas buah buahan, sayuran, tanaman obat, dan tanaman hias. Selain itu bisa juga dengan cara mengidentifikasi komoditas hortikultura unggulan yang dapat disesuaikan dengan kondisi agroklimat dan sumber daya setempat.
Demikian dikatakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Haji Fikri Hudi Oktiarwan saat bertemu masyarakat Dramaga dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang berbarengan dengan panen raya buah melonesia. Sabtu (8/11/2024)
Haji Fikri mengatakan, jika ingin membangun desa wisata, bisa dilakukan dengan cara menawarkan potensi alam yang di miliki wilayah desa tersebut agar mudah dikenal oleh masyarakat kuas atau bisa viral.
Menurutnya ada tiga pilar utama dalam mengembangkan potensi wisata desa, pertama dengan melakukan pelestarian alam, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat desa, salah satunya adalah dengan budi daya buah buahan.
Kata Haji Fikri, selain tiga pilar yang telah disebutkan, ada juga strategi yang bisa dilakukan yaitu pemanfaatan teknologi digital untuk promosi dan pemesanan, serta pembangunan infrastruktur dan amenitas dasar.
Politisi PKS Kabupaten Bogor itu menegaskan, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dengan swasta dan masyarakat serta melibatkan partisipasi aktif warga dalam pengembangan ekonomi desa wisata.
“Selama ini kita menilai tempat wisata hanya pada daerah-daerah yang sudah terkenal dan memiliki pemandangan alam yang indah atau daerah yang memiliki arena permainan bagi pengunjungnya. Jarang sekali kita jumpai desa dijadikan tempat wisata buah-buahan,” kata Haji Fikri.
Namun dengan berkembangnya teknologi internet, khususnya media sosial, kebutuhan berwisata bagi masyarakat tidak lagi sebagai sarana refreshing semata, namun telah berkembang menjadi sarana mengaktualisasi diri dengan berphoto atau video lalu diaploud di medsos, lanjutnya.
Dia mengatakan kalau Kabupaten Bogor memiliki potensi serta daya tarik wisata berbasis hortikultura, sawah dan perkebunan dan kewilayahan dengan keunikan, karakteristik alam, dan budaya yang khas.
Karenanya untuk menunjang tujuan desa wisata yang aman diperlukan payung hukum yang mengatur mengenai desa wisata agar potensi desa tersebut semakin maju dan berkembang.
“Harapan saya masyarakat Dramaga dapat memulai menggali potensi desa sambil terus belajar melalui pelatihan-pelatihan yang diberikan baik melalui program pemerintah daerah maupun pihak swasta,” tutup Haji Fikri.***(Dull)


















