PN. DEPOK — Komunitas Satria Kencana Nusantara (SKN) menggelar kegiatan touring religi bertema “Tapak Tilas Sejarah Islam di Banten” pada 22–23 November 2025. Puluhan anggota SKN berangkat dari Markas Pusat Sawangan, Depok, untuk melakukan perjalanan spiritual dan sejarah ke sejumlah situs penting peninggalan Kesultanan Banten.
Rombongan bergerak menuju Provinsi Banten dan memulai rangkaian kunjungan di Masjid Agung Banten, salah satu masjid tertua di Indonesia yang menjadi simbol penyebaran Islam di wilayah barat Jawa. Peserta kemudian melanjutkan penelusuran ke Kompleks Keraton Surosowan, bekas pusat pemerintahan Kesultanan Banten, serta Benteng Speelwijk, saksi sejarah masa kolonial.
Tidak berhenti di situs arsitektur, touring religi ini juga diisi dengan ziarah ke sejumlah makam ulama dan tokoh penting, seperti Makam Sultan Maulana Hasanuddin, Makam Sultan Ageng Tirtayasa, dan beberapa makam penyebar Islam lainnya. Di setiap lokasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah perjuangan para sultan dan ulama yang berperan besar dalam membangun peradaban Islam di Nusantara.
Ketua rombongan SKN menyampaikan bahwa touring religi ini bertujuan memperluas wawasan sejarah anggota sekaligus memperkuat nilai kebersamaan. “Perjalanan ini bukan hanya wisata, tetapi juga ruang pembelajaran tentang bagaimana Islam tumbuh melalui perjuangan dan dakwah para leluhur,” ujarnya.
Kegiatan semakin bermakna dengan adanya zikir dan doa bersama pada malam hari, diikuti sesi refleksi perjalanan untuk menggali pesan moral dan spiritual dari kunjungan yang dilakukan. Para peserta menyambut hangat kegiatan tersebut dan menilai bahwa touring seperti ini mampu mempererat solidaritas antaranggota.
Rangkaian touring berakhir pada Minggu sore, dengan seluruh peserta kembali ke Depok dalam keadaan selamat. SKN berencana menjadikan program touring religi sebagai agenda rutin tahunan untuk mendorong anggota lebih mencintai sejarah Islam dan warisan budaya bangsa.*** (Dull)


















