PN. BOGOR | — Potensi wisata Kabupaten Bogor saat ini diarahkan pada pengembangan pariwisata berbasis masyarakat melalui desa wisata yang inovatif. Konsep tersebut meliputi pengembangan agrowisata, kuliner, dan kerajinan, didukung peningkatan infrastruktur, promosi digital melalui media sosial maupun penyelenggaraan event, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan destinasi wisata edukatif, budaya, dan konservasi yang berkelanjutan serta berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Haji Fikri Hudi, saat berbicara dalam diskusi bertema _Membangun Desa Wisata_ di Kecamatan Dramaga, Sabtu, 17 Januari 2026. Ia menilai pengembangan desa wisata dapat difokuskan pada sektor hortikultura.
“Menawarkan potensi wisata berbasis hortikultura merupakan strategi yang prospektif untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian masyarakat lokal, dengan fokus pada komoditas buah-buahan, sayuran, tanaman obat, dan tanaman hias,” ujar Haji Fikri.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan, pembangunan desa wisata dapat dimulai dengan mengangkat potensi alam yang dimiliki masing-masing desa agar mudah dikenali masyarakat luas dan berpeluang menjadi viral.
Menurutnya, terdapat tiga pilar utama dalam pengembangan desa wisata, yakni pelestarian alam, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat desa. Salah satu bentuk pemberdayaan tersebut dapat dilakukan melalui budi daya buah-buahan dan sayuran.
Selain ketiga pilar tersebut, Haji Fikri juga menekankan pentingnya strategi pendukung berupa pemanfaatan teknologi digital untuk promosi dan sistem pemesanan, serta pembangunan infrastruktur dan amenitas dasar yang memadai.
Ia menegaskan bahwa pengembangan desa wisata membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat, serta melibatkan partisipasi aktif warga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“Selama ini, tempat wisata sering kali hanya dinilai dari daerah yang sudah terkenal, memiliki pemandangan alam indah, atau wahana permainan. Jarang sekali desa dijadikan destinasi wisata berbasis buah-buahan,” imbuhnya.
Namun, seiring berkembangnya teknologi internet, khususnya media sosial, kebutuhan berwisata tidak lagi sekadar sebagai sarana penyegaran, melainkan juga menjadi ajang aktualisasi diri melalui foto atau video yang diunggah ke media sosial.
Haji Fikri menambahkan, Kabupaten Bogor memiliki potensi dan daya tarik wisata berbasis hortikultura, persawahan, perkebunan, serta kewilayahan dengan keunikan karakter alam dan budaya yang khas. Meski demikian, untuk mewujudkan desa wisata yang aman dan berkelanjutan, diperlukan payung hukum yang mengatur pengembangan desa wisata agar potensinya dapat terus maju dan berkembang.
Mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor itu berharap masyarakat Dramaga terus menggali potensi desa sekaligus meningkatkan kapasitas melalui berbagai pelatihan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun pihak swasta. (Dull)


















