banner 728x250

Dewan Provinsi Jawa Barat Gelar Kegiatan Pendidikan Demokrasi di SMAIT Al Kahfi Boarding School

banner 120x600
banner 468x60

PN. BOGOR | — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos melaksanakan kegiatan Pendidikan Demokrasi dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda terutama para pelajar tentang pentingnya nilai-nilai demokrasi serta sosialisasi peran lembaga-lembaga negara di Indonesia.

Menurut Haji Fikri kegiatan pendidikan demokrasi sebagai bagian dari proses penanaman nilai-nilai kebaikan seperti toleransi, kebebasan berpendapat, tanggung jawab, dan kesetaraan dalam kegiatan sehari hari sekolah. Biasanya diterapkan melalui organisasi kesiswaan (OSIS), salah satu contohnya adalah proses pemilihan ketua OSIS.

banner 325x300

Kegiatan Pendidikan Demokrasi kali ini dilaksanakan di SMAIT Al Kahfi Boarding School, Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor pada hari Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan tersebut di hadiri sekira 150 siswa putra dan putri yang terpilih dari OSIS dan MPK, serta ditemani para guru pembimbing.

“Kegiatan ini adalah upaya Pemerintah Provinsi dan DPRD Jawa Barat untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar, melalui kegiatan pendidikan demokrasi ini diharapkan melahirkan generasi kepemimpinan yang santun, serta berorientasi pada pembentukan karakter pelajar cerdas dan berintegritas,” tutur Haji Fikri.

Wakil rakyat aseli Kabupaten Bogor ini menekankan pentingnya pemahaman demokrasi yang bukan hanya sekadar sistem pemerintahan, tetapi juga budaya politik yang harus dijaga melalui partisipasi aktif para pemuda dan pelajar yang nantinya akan melahirkan sikap saling menghormati, serta memiliki tanggung jawab sosial dalam masyarakat.

Menurut politikus PKS Jawa Barat ini, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai demokrasi sejak dini. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan para siswa dapat memahami fungsi lembaga-lembaga pemerintahan salah satunya adalah DPRD sebagai lembaga yang mewakili rakyat dan memiliki tanggung jawab dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab seputar materi politik dan demokrasi yang sudah disampaikan oleh Haji Fikri dan disambut oleh beberapa pertanyaan dari para peserta.

Salah seorang peserta bertanya mengenai apakah demokrasi masih perlu dilaksanakan di Indonesia, karena menurutnya sistem demokrasi yang selama ini dilaksanakan di Indonesia berbiaya sangat sangat mahal.

Menanggapi pertanyaan tersebut Haji Fikri mengatakan, ditengah dinamika politik dan sosial-ekonomi saat ini, dia memandang sistem Demokrasi Pancasila masih diperlukan dan relevan sebagai sistem pemerintahan, meskipun kualitas pelaksanaannya masih perlu diperbaiki secara signifikan.

“Saya tidak dalam kapasitas memihak pada sistem tertentu, karena setiap sistem punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang penting sebenarnya bukan cuma sistemnya saja, tapi bagaimana masyarakat dan pemimpin-pemimpin politiknya menjalankan sistem tersebut. Jika dijalankan dengan sebaik baiknya apapun sistemnya bisa membawa pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.***(Dull)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *