PN. BOGOR | — Ketua DPD (Dewan Pengurus Daerah) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bogor, H. Wasto Sumarno, S.Hut., S.Pd., dalam sambutannya pada acara Launching Pasar Tani DPP PKS menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan strategi untuk memotong jalur distribusi agar petani lebih diuntungkan dan masyarakat memperoleh harga pangan yang lebih terjangkau.
“Kegiatan Launching Pasar Tani hari ini adalah ikhtiar PKS dalam memperkuat ekonomi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan,” kata H. Wasto.
Launching Pasar Tani Tahun 2026 dipusatkan di halaman Kantor DPD PKS Kabupaten Bogor dan dibuka secara langsung oleh Presiden PKS, H. Al Muzammil Yusuf, didampingi Ketua BPPN (Bidang Petani Peternak dan Nelayan) DPP PKS, Riyono Caping, Ketua DPW PKS Jawa Barat, H. Iwan Suryawan, Anggota DPR RI H. Achmad Ru’yat, serta sejumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kabupaten Bogor.
H. Wasto mengatakan, Pasar Tani PKS diluncurkan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen PKS dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“PKS ingin menunjukkan bahwa PKS bukan sekadar berpolitik. Kami juga hadir untuk pemberdayaan, salah satunya pemberdayaan petani. Petani bukan hanya dibekali cara menanam, tetapi juga difasilitasi pemasarannya,” ujarnya.
H. Wasto yang juga Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor menjelaskan bahwa Pasar Tani PKS tidak hanya digelar secara langsung, tetapi juga dikembangkan berbasis digital agar jangkauan pasar semakin luas.
“Launching Pasar Tani hari ini juga dilakukan secara langsung melalui kanal media yang dimiliki PKS. Ke depan akan ada aplikasinya sehingga kader, simpatisan, dan masyarakat dapat bertransaksi secara daring,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan Pasar Tani akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan terbuka untuk masyarakat umum, bukan hanya untuk internal partai. Ia menyebutkan bahwa produk yang dijual pada kegiatan tersebut merupakan hasil tani kader dan simpatisan PKS se-Jawa Barat.
“Petani yang berjualan hari ini adalah kader dan simpatisan PKS. Mereka memasarkan langsung hasil taninya kepada pengunjung, karena konsep pasar tani dirancang untuk mempertemukan produsen pangan secara langsung dengan konsumen sehingga rantai distribusi dapat dipangkas,” kata H. Wasto.
Launching Pasar Tani DPP PKS di Kabupaten Bogor dinilai menjadi langkah strategis di tengah kenaikan harga pangan dan lemahnya posisi tawar petani, karena membuka akses pasar langsung tanpa perantara serta mendorong transaksi berbasis digital.***(Dull)


















