PN. BOGOR | — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar kegiatan Sehari Bersama Al-Qur’an dalam rangkaian syiar Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari tingkat DPP, DPW, hingga DPD PKS di seluruh Indonesia.
Presiden PKS, H. Almuzzammil Yusuf, dalam arahannya menyebut kegiatan rutin PKS setiap Ramadan tersebut menjadi momentum kebersamaan dan silaturahmi pengurus PKS di berbagai tingkatan.
“Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan pengurus DPP, DPW, dan DPD untuk melakukan hal yang sama. Semoga Allah mengikat hati kita semua dalam iman, Islam, persaudaraan, dan perjuangan yang kekal,” ujarnya.
Almuzzammil juga berharap kegiatan tahunan ini dapat ditingkatkan kualitasnya melalui halaqah yang membahas berbagai permasalahan umat Islam di Indonesia, selain pembacaan Al-Qur’an dan ceramah yang selama ini dilakukan.
Ia mencontohkan tingginya angka buta aksara Al-Qur’an di kalangan umat Islam Indonesia yang harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk membangun kecerdasan kolektif dalam menjawab persoalan umat dan bangsa.
“Sehari Bersama Al-Qur’an bukan hanya membaca dan mendengar ceramah, tetapi juga memecahkan persoalan umat. Itulah esensi tugas partai politik, hadir untuk menyelesaikan persoalan umat tanpa terkecuali,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari dapil Kabupaten Bogor, Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., menilai kegiatan Sehari Bersama Al-Qur’an merupakan upaya PKS untuk mendekatkan kader kepada Allah SWT dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dimulai dari tilawah (membaca), tahfiz (menghafal), tadabbur (memahami makna), hingga pengamalan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas ini juga mencakup zikir pagi dan petang, murajaah, serta penerapan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini sangat positif karena bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan kecintaan terhadap kitab suci, serta membentuk karakter mulia melalui interaksi intensif seperti membaca (tadarus), mempelajari, menghafal, dan memahami maknanya. Kegiatan ini menanamkan ketenangan jiwa, meningkatkan konsentrasi, serta menjadi sarana edukasi spiritual,” kata Haji Fikri.


















