PN. BOGOR | — Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., mengajak seluruh keluarga di Kabupaten Bogor untuk memanfaatkan momen Ramadan sebagai sarana memperkuat kembali hubungan keluarga yang selama ini sering disibukkan oleh aktivitas masing-masing.
Menurut Haji Fikri, Ramadan merupakan momen emas untuk mempererat hubungan keluarga melalui berbagai kegiatan kebersamaan, seperti buka puasa dan sahur bersama, salat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, hingga melaksanakan i’tikaf bersama di masjid. Kebersamaan tersebut dinilai mampu membangun fondasi cinta serta komunikasi yang lebih intensif di dalam keluarga.
Hal tersebut disampaikan Haji Fikri di sela-sela kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Kemang, Senin (9/3/2026).
Haji Fikri menegaskan bahwa Gerakan Kumpul Keluarga telah diluncurkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP PKS sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga, baik di kalangan kader PKS maupun masyarakat secara umum.
“Di PKS ada yang namanya Gerakan Kumpul Keluarga yang diperkenalkan pada Rakernas 2026 kemarin. Pada bulan Ramadan ini PKS ingin kembali menguatkan gerakan tersebut, salah satunya melalui momen i’tikaf bersama keluarga,” kata Haji Fikri.
Menurutnya, i’tikaf bersama keluarga pada 10 malam terakhir Ramadan merupakan momen spiritual yang sangat baik untuk memperkuat ikatan batin (bonding) antaranggota keluarga sekaligus mengejar keutamaan Lailatul Qadar. Ibadah tersebut juga dapat mengubah rutinitas yang biasanya disibukkan oleh aktivitas duniawi menjadi lebih fokus pada ketaatan kepada Allah SWT secara bersama-sama.
“Tentunya kita semua berharap i’tikaf bersama keluarga bukan hanya sekadar beribadah untuk mengejar Lailatul Qadar, melainkan juga menjadi momen istimewa untuk merasakan kehangatan batin dan mempererat ikatan kekeluargaan. Dalam suasana masjid yang hening dan penuh kekhusyukan, keluarga dapat membangun kebersamaan,” tambahnya.
Haji Fikri menilai tidak semua anggota keluarga memiliki kesempatan untuk terbuka satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, momen i’tikaf dapat menjadi ruang kebersamaan yang mampu mempererat hubungan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.***(Dull)


















