PN. BOGOR | — Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Partai Keadial Sejahtera (PKS), Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos, mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan puncak arus balik Lebaran gelombang kedua yang diperkirakan terjadi pada hari ini Sabtu, 28 Maret 2026.
Hal ini didasarkan pada pantauan volume kendaraan yang menuju Jakarta dan wilayah Jabodetabek lainnya. Meskipun arus lalu lintas pada hari sebelumnya cenderung terkendali, namun antisipasi dan kewaspadaan tetap diperlukan dalam menghadapi lonjakan kendaraan yang diprediksi terjadi pagi hingga malam nanti.
Legislator Jawa Barat itu mengatakan, berdasarkan informasi dari Korlantas Polri, data traffic counting menunjukkan situasi arus lalu lintas dari Jawa Tengah dan Jawa Barat menuju Jakarta hingga saat ini masih dalam kategori terkendali. Akan tetapi, jika melihat tren tahun sebelumnya, diperkirakan puncak arus balik akan berlangsung pada hari ini.
Haji Fikri mengatakan, biasanya dalam situasi setelah merayakan Lebaran di kampung halaman, banyak pemudik rentan mengalami kelelahan fisik dan mental yang dapat menurunkan fokus dan refleks berkendara, karenanya dia mewanti wanti agar warga utamakan keselamatan.
Politisi senior PKS Kabupaten Bogor itu mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri saat kelelahan, segera beristirahat di rest area, dan prioritaskan keselamatan agar terhindar dari risiko kecelakaan.
“Saya mengingatkan para warga Kabupaten Bogor yang selesai berlebaran di kampung halaman, yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, agar selalu ekstra hati-hati saat kembali ke rumah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa skema one way tahap pertama dan kedua di beberapa titik masih diberlakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan volume kendaraan.
“Kami belum mencabut one way tahap pertama dan kedua. Kami terus memantau situasi, dan jika ada lonjakan yang signifikan pada pagi hari, kami akan memperpanjang skema one way,” terang Agus.
Korlantas Polri juga tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk memperpanjang rekayasa lalu lintas menjadi one way nasional atau masuk ke tahap ketiga, bergantung pada data jumlah kendaraan yang masuk ke Jabodetabek.
“Kami akan memutuskan apakah perlu melanjutkan one way nasional atau menggeser ke one way tahap ketiga, tergantung pada situasi hari ini,” pungkasnya.***(Wfa)


















