PN. BOGOR | — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru saja memperingati Milad ke-24 pada 20 April 2026. Mengusung tema “Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Indonesia,” PKS berupaya untuk terus semakin dekat dengan masyarakat melalui berbagai program dan pembelaan bagi kepentingan rakyat.
PKS menyapa semua suku, agama, komunitas, kelompok, dan seluruh segmen masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan. PKS memberi perhatian tidak hanya kepada kelompok masyarakat besar, tetapi juga kepada unit terkecil, yaitu individu masyarakat dan lebih khusus lagi institusi keluarga.
Ditemui saat peringatan Hari Kartini, 21 April 2026, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Haji Fikri Hudi Oktiarwan, mengatakan bahwa hari ini merupakan peringatan hari kelahiran Raden Ajeng Kartini, pahlawan nasional perempuan yang menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia. Sosok Kartini dikenal melalui korespondensinya dengan sahabat penanya di Belanda yang kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.
Menurut Haji Fikri, hal yang paling menonjol dari sosok RA Kartini adalah keinginannya untuk maju dan memiliki pendidikan yang tinggi sehingga memiliki pengetahuan yang luas, di tengah tradisi Jawa saat itu yang dinilainya tidak mendukung perempuan untuk maju dan berpendidikan.
“Sejarah telah mencatat keinginan RA Kartini agar perempuan Indonesia maju dan berkembang serta memiliki bekal kehidupan yang semakin baik. Itu sebabnya, keputusan orang tua RA Kartini yang menyekolahkan Kartini kecil hanya sampai tingkat Elementary School, yaitu Europeesche Lagere School, tidak membuatnya berhenti belajar,” kata Haji Fikri.
Politisi PKS tersebut melihat kecerdasan RA Kartini dalam memanfaatkan kesempatan sekolah yang singkat untuk menguasai bahasa Belanda. Ia memahami bahwa kemampuan bahasa menjadi modal pengetahuan agar dapat berkomunikasi dengan dunia modern di luar sana.
“Kartini menyadari bahwa keinginannya untuk maju hanya bisa ditempuh jika ia melanjutkan pendidikan lebih dari yang didapat saat itu. Namun, sayangnya tradisi saat itu membuat keinginannya untuk melanjutkan sekolah HBS di Semarang ditolak oleh ayahnya,” tambahnya.
Meski demikian, kemampuan berbahasa Belanda yang baik membuka jalan bagi RA Kartini untuk melakukan korespondensi dengan sahabat penanya di Belanda. Melalui korespondensi tersebut, Kartini secara tidak langsung menyampaikan pemikiran dan inspirasi bagi kemajuan perempuan Indonesia, bahwa perempuan harus memiliki pendidikan yang baik, visi kemajuan, serta mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Haji Fikri memandang perempuan sebagai subjek utama pembangunan nasional. Jumlah perempuan yang kurang lebih separuh dari jumlah penduduk Indonesia memegang peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai peran perempuan sangat berpengaruh terhadap kuat atau rapuhnya sebuah bangsa.
Menurutnya, keterlibatan perempuan yang memiliki daya juang dan terus berkontribusi akan membawa masyarakat, bangsa, dan negara menjadi lebih maju, sebagaimana teladan yang diberikan oleh Kartini.
Oleh karena itu, PKS akan terus mendorong anggota perempuannya untuk maju dan berkembang tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan. PKS tidak hanya memiliki bidang khusus yang menangani anggota dan urusan perempuan, yaitu Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka), tetapi juga melibatkan perempuan di berbagai bidang lainnya.
Mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor tersebut mengatakan bahwa PKS terinspirasi oleh semangat RA Kartini untuk terus memberikan perhatian, pendidikan, dan penguatan bagi perempuan demi memperkuat keluarga Indonesia.
Menurutnya, perempuan tidak bisa dipisahkan dari pembentukan keluarga. Oleh karena itu, Ketahanan Keluarga yang terus digaungkan oleh PKS melalui Rumah Keluarga Indonesia di seluruh penjuru dan berbagai level wilayah merupakan upaya mewujudkan cita-cita RA Kartini, bahwa perempuan harus memiliki pendidikan, kecerdasan, dan kemampuan literasi untuk mengembangkan diri serta membentuk keluarganya.


















