PN. BOGOR |— Hujan deras yang melanda Kabupaten Bogor pada Sabtu dan Minggu 5-6 Juli 2025 kemarin menyebabkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor.
Dari pantauan Pajajaran News, dampak bencana tercatat cukup banyak terutama di daerah dataran tinggi dan bantaran sungai. Data yang di dapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, tercatat 48 titik bencana yang tersebar di 18 Kecamatan, dan ada di 33 desa.
Di Kecamatan Megamendung dilaporkan ada satu korban jiwa seorang santri berusia 22 tahun yang ditemukan tertimbun tanah longsor, serta kerusakan infrastuktur. Sementara di Kecamatan Cisarua luapan air dari Rest Area Gunung Mas merendam permukiman dan merusak akses jalan dan rumah warga.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, bencana banjir dan longsor terbanyak kali ini terjadi di 3 Kecamatan. Kecamatan Cisarua, Kecamatan Megamendung, dan Kecamatan Babakan Madang.
Bupati telah menginstruksikan petugas penolong bergerak cepat untuk mengevakuasi warga dari lokasi rawan bencana. Rudy Susmanto memastikan semua unsur pemerintah telah terjun ke lokasi terdampak bencana. Bupati Bogor itu menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama.
“Saya pastikan seluruh unsur pemerintahan, BPBD, Satpol PP, TNI, Polri hadir di lokasi bencana. Penanganan cepat, evakuasi warga, serta pemulihan pasca bencana menjadi fokus utama,” tutur Rudy.
Sementara itu anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Haji Fikri Hudi Oktiarwan, pada Senin (7/7/2025), menghimbau warga Kabupaten Bogor agar selalu waspada terhadap potensi bencana banjir dan longsor susulan yang diakibatkan oleh masih tingginya curah hujan.
Anggota komisi IV DPRD Jabar itu mengatakan agar BPBD Provinsi Jawa Barat segera berkordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor untuk segera melakukan upaya penanganan bencana yang sering terjadi di Kabupaten Bogor akibat kondisi alam.
“Saya melihat dampak dari bencana banjir dan longsor kali ini cukup banyak, beberapa rumah dan fasilitas umum juga terdampak, dengan total 46 KK dan 197 jiwa terdampak,” kata Haji Fikri.
Dewan PKS itu juga menghimbau agar masyarakat tetap siaga dan waspada apabila terjadi lagi hujan dengan intensitas tinggi yang dikhawatirkan akan kembali mendatangkan banjir.***(Dull)