PN. BOGOR l — Menjadi Kepala Desa, buat H. Ujang Yani bukanlah tujuan. Karena saat ia pindah dari Ciomas ke Cicadas 8 tahun silam, tidak pernah terpikirkan sama sekali untuk mencalonkan menjadi Kepala Desa.
“Istri saya juga orang Pamijahan, jadi sebagai pendatang tidak mungkin saya gembling untuk ikut kontestasi pilkades,” cerita Ujang Yani.
Namun menurut Ujang Yani, karena ketika itu para tokoh agama dan lingkungan mendorongnya untuk mencalonkan, akhirnya ia terjun mencalonkan.
“Dari 5 calon yang ada, saya mengantongi suara terbanyak. Dan dari sanalah niat pengabdian saya kepada warga Cicadas saya jalankan,” cerita Ujang Yani lagi.
Selama 5 tahun ini, H. Ujang Yani mengaku tak pernah mengambil honornya sebagai Kepala Desa, jatahnya itu ia sumbangkan untuk fakir miski, anak yatim, dan janda-janda yang membutukan.
“Bila menjelang Ramadhan sekitar 800 janda kita santuni. Dan sekitar 200 yatim kita santuni juga,” terang Ujang Yani.
Kini selama menjabat Ujang Yani memang hanya terfokus pada pembangunan dan pelayanan. Dua tahun tambahan jabatan yang dilakukan pemerintah, ia niatkan untuk turut mensukseskan program Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk Bogor Istimewa.*** (Dull)