Hak Otonom Kembali Mencuat Dalam Pertemuan Dan Buka Bersama KNG Raya Cabang Bogor

PN. BOGOR l — Koperasi Nahma Gayo (KNG) Raya Cabang Bogor adakan acara silaturahmi dan berbuka puasa di tempat salah satu pengurus dan anggota KNG Raya Cabang Bogor, Sulaiman – Kp. Sawah Poncol, RT. 04/07. No. 92, Kec. Bojonggede, Kab. Bogor, Kamis (21/03/2024).

Menurut Miko Salman Gayo, selalu Ketua KNG Raya Cabang Bogor menjelaskan, bahwa acara buka puasa tersebut selain silaturahmi, juga sekalian ada pembahasan hasil RAT (Rapat Akhir Tahun)  2023 KNG Raya pusat.

“Sebenarnya ini acara rutin bulanan yang selalu kami lakukan. Karena tiap bulan KNG Raya Cabang Bogor memang kerap kali adakan pertemuan. Selain silaturahmi, juga sekaligus membahas berbagai hal terkait perkembangan KNG Raya. Hanya saja pertemuan kali ini bertepatan bulan Ramadhan, jadi dibarengi dengan acara buka puasa bersama,” terang Miko, panjang lebar.

Acara yang dihadiri lebih dari 20 pengurus dan anggota tersebut antara lain adalah: Miko Salman Gayo selaku ketua, H. Sulaiman, Harma Rihada, Erwinto Toa, Putra Gara, Miko Sabri, Raflisah Bukit, Surya Darma, Samsul Bahri, Idawati, Nazaruddin, Adi Jantar, Armas, Mansyur, Sukarelawati, Kamarun Khalid, Erwinsyah, Ihsan Riga, H. Zainu Bojong, Marjuan, dan Rusman.

Usai berbuka, pembahasan terkait hasil RAT KNG Raya dibahas. Menurut Miko hal tersebut bersifat evaluasi. Karena apa yang dikerjakan atau dilakukan Pusat, sangat berpengaruh dengan cabang di mana pun berada.

“Menurut kami harus ada pembenahan administrasi terkait kepengurusan pusat. Selain itu juga pusat harus memiliki program kerja yang produktif untuk kemajuan KNG Raya. Harus visioner,” ungkap Miko.

Dalam diskusi, sempat dibahas terkait independensi kepengurusan KNG Raya Cabang Bogor. Yang lebih dari 60 persen anggota ingin adanya otonom kepengurusan.

“Hal itu kami usulkan tak lebih demi untuk kemajuan KNG Raya,” terang Miko lagi.

Bahkan untuk meningkatkan perguliran keuangan untuk usaha, sempat ada usulan penambahan iuran wajib yang perbulan 10 ribu, dinaikkan jadi 20 ribu. Itu pun menurut Miko, lagi-lagi demi untuk kemajuan KNG Raya.

“KNG Raya pusat memang harus proaktif menggali potensi terkait usaha dan penambahan modal. Menurut kami, sebenarnya banyak lembaga yang bisa diajak kemitraan untuk perguliran usaha KNG Raya. Namun semua itu kembali kepada fungsi dan tanggung jawab KNG Raya pusat itu sendiri. Mau bergerak atau tidak. Kalau bergerak tentu KNG Raya akan maju, kalau tidak, akan stag,” jelas Miko.

Hasil dari diskusi dan pembahasan dalam pertemuan, KNG Raya Cabang Bogor siap bekerjasama apa pun yang terkait untuk kemajuan KNG Raya keseluruhan.

“Koperasi memang bicara usaha, tetapi kami sepakat tetap mengutamakan persaudaraan kita. Jadi apa pun kami tetap berkembang dan maju bersama,” tutup Miko. ***

Loading

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: pajajaranred@gmail.com Terima kasih.