banner 728x250

Wisata Desa Kabupaten Bogor, H. Fikri : Potensi Besar Kemajuan Kabupaten Bogor

banner 120x600
banner 468x60

PN. BOGOR |— Pengembangan wisata desa di wilayah Kabupaten Bogor hendaknya difokuskan pada konsep berbasis masyarakat, kearifan lokal, edukasi, serta keberlanjutan. Hal tersebut perlu didukung pemerintah melalui pelatihan dan pendampingan.

Demikian yang dikatakan oleh Haji Fikri, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dalam kegiatan silaturahmi dan diskusi bersama masyarakat di Kecamatan Ciomas, Sabtu, 3 Januari 2026. Politisi PKS tersebut menekankan pentingnya promosi serta inovasi paket wisata, seperti agrowisata, kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga atraksi budaya dalam rangka meningkatkan ekonomi desa.

banner 325x300

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur sebagai pengungkit kemajuan pariwisata desa. Menurutnya, pemerintah dapat bekerja sama dengan pihak terkait untuk mempercepat pembangunan infrastruktur menuju objek wisata, termasuk pembangunan jalan desa.

“Kabupaten Bogor ini kaya akan potensi alamnya, tetapi harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia, karena itu, pelatihan serta pembekalan bagi pemandu wisata menjadi bagian yang perlu dipersiapkan secara matang,” tutur Haji Fikri.

Menurutnya, Kabupaten Bogor dapat maju pesat dengan mengandalkan wisata desa, potensi alam, serta budaya lokal. Beberapa contohnya antara lain, Desa Wisata Malasari (kopi, gula aren, VR), Desa Wisata Purwabakti (terasering, air terjun, kerajinan bambu, serta edukasi pertanian), dan Kampung Koboy (budaya joki kuda dan pengelolaan BUMDesa).

Mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor itu juga memberikan contoh desa wisata unggulan di Kabupaten Bogor, di antaranya Desa Wisata Malasari, Kecamatan Nanggung, yang terkenal dengan kopi Halimun, gula merah, permainan tradisional, dan teknologi VR untuk virtual tour. Desa ini menawarkan konsep modern-tradisional dan wisata berkelanjutan.

Selain itu, terdapat Desa Wisata Purwabakti di Kecamatan Cisarua yang menawarkan keindahan alam terasering, curug, wisata budaya Seren Taun, edukasi pertanian organik, produksi gula aren, serta berbagai produk lokal seperti kopi dan kerajinan bambu.

Sementara itu, Kampung Koboy di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, mengangkat budaya joki kuda lokal dengan konsep pedesaan asri. Kawasan ini dikelola oleh BUMDesa dan telah meraih penghargaan nasional sebagai bentuk keberhasilan pemberdayaan masyarakat.

Adapun Desa Wisata Cilember, Kecamatan Megamendung, dikembangkan berbasis komunitas dengan berbagai aktivitas, seperti menanam padi, membuat kerajinan bunga dari limbah kayu, pencak silat, serta menyediakan fasilitas homestay.***(Wfa)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *