banner 728x250

PKS: Penurunan Angka Pernikahan Ancaman Serius Ketahanan Keluarga

banner 120x600
banner 468x60

PN. BOGOR | — Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka pernikahan di Indonesia terus mengalami penurunan dan mencapai titik terendah dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2024, jumlah pernikahan tercatat sebanyak 1.478.302, menurun dari sekitar 1,4 juta pernikahan pada 2023, serta turun signifikan dari 1,577 juta pernikahan pada 2022. Artinya, dalam kurun waktu satu tahun saja, Indonesia kehilangan sekitar 128 ribu pernikahan.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka), Eko Yuliarti, menegaskan bahwa penurunan angka pernikahan bukanlah fenomena yang dapat dipahami secara sederhana sebagai pilihan personal semata.

banner 325x300

“Fenomena ini merupakan sinyal penting adanya perubahan sosial yang mendalam dan mencerminkan akumulasi persoalan struktural serta kultural yang dihadapi generasi muda,” ujar Eko dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa tekanan ekonomi yang semakin berat menjadi faktor dominan. “Sulitnya memperoleh pekerjaan yang layak, harga hunian yang tidak terjangkau, serta biaya hidup yang terus meningkat telah menciptakan hambatan nyata bagi generasi muda untuk melangkah ke jenjang pernikahan,” jelasnya.

Namun demikian, Eko menambahkan bahwa persoalan ekonomi bukan satu-satunya faktor. Perubahan nilai dan orientasi hidup turut berkontribusi terhadap tren tersebut.

“Sebagian generasi muda menghadapi kecemasan terhadap komitmen jangka panjang, kekhawatiran akan konflik rumah tangga, serta minimnya keteladanan keluarga yang harmonis di ruang publik. Kondisi ini diperparah oleh lemahnya literasi pranikah dan minimnya pendampingan bagi keluarga muda,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila penurunan angka pernikahan tidak direspons secara serius, dampak lanjutannya dapat mengancam ketahanan sosial bangsa, mulai dari penurunan angka kelahiran hingga melemahnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Lebih jauh, Eko juga menyoroti munculnya kerentanan sosial yang mulai terlihat di masyarakat. Ia mengutip pemberitaan CNBC Indonesia (4/1/2026) terkait meningkatnya fenomena kohabitasi (kumpul kebo), yang dalam temuan tersebut lebih banyak terjadi di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Kota Manado dengan angka mencapai 0,6 persen dari total penduduk kota.

“Secara fitrah, manusia memiliki kebutuhan biologis yang harus disalurkan secara bertanggung jawab. Ketika lembaga pernikahan sebagai pintu halal sebuah hubungan sulit diakses, maka sebagian orang akan mencari jalan lain yang tidak sesuai dengan nilai agama dan budaya. Kondisi ini jelas merusak tatanan sosial dan moral masyarakat,” tegasnya.

Atas dasar itu, PKS mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah konkret dan terukur dalam mendukung generasi muda melaksanakan pernikahan. Negara harus menegaskan bahwa pernikahan adalah fase kehidupan yang didukung dan difasilitasi negara, bukan beban sosial-ekonomi yang harus ditanggung sendiri.

“Negara perlu hadir secara utuh dalam membangun ekosistem yang ramah bagi keluarga muda, mulai dari penguatan edukasi pranikah, pendampingan keluarga pada fase awal pernikahan, hingga kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak pada keseimbangan kehidupan keluarga. Kebijakan ramah keluarga harus menjadi ruh dalam pembangunan nasional,” ujarnya.

Senada dengan koleganya di tingkat pusat, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Haji Fikri Hudi Oktiarwan berpandangan bahwa membangun Indonesia harus dimulai dari keluarga, menurutnya keluarga adalah fondasi utama pembentukan karakter, nilai, dan sumber daya manusia unggul yang berkualitas, di mana nilai-nilai luhur seperti kasih sayang, pendidikan, dan moral ditanamkan sejak dini untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, mandiri, dan berdaya saing.

“Keluarga adalah tempat pertama anak belajar nilai agama, moral, dan etika sebelum berinteraksi dengan dunia luar. Keluarga berkualitas akan melahirkan SDM unggul yang menjadi penentu kemajuan bangsa di masa depan,” ujar Haji Fikri.

Alumni SMAN 1 Kota Bogor ini mengatakan, ketahanan sebuah bangsa berasal dari keluarga yang sehat, harmonis, dan tangguh mampu menghadapi tantangan zaman, menjamin ketahanan sosial, psikologis, dan gizi anggota keluarga.

“Dari lingkaran kecil keluarga, PKS telah mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dan budaya bangsa, mencegah pengaruh negatif globalisasi dan berkomitmen terhadap agenda pembangunan bangsa berbasis keluarga,” pungkas Haji Fikri.

banner 325x300
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

psda 438000066

psda 438000067

psda 438000068

psda 438000069

psda 438000070

psda 438000071

psda 438000072

psda 438000073

psda 438000074

psda 438000075

psda 438000076

psda 438000077

psda 438000078

psda 438000079

psda 438000080

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

cuaca 638000101

cuaca 638000102

cuaca 638000103

cuaca 638000104

cuaca 638000105

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 710000141

article 710000142

article 710000143

article 710000144

article 710000145

article 710000146

article 710000147

article 710000148

article 710000149

article 710000150

article 710000151

article 710000152

article 710000153

article 710000154

article 710000155

article 710000156

article 710000157

article 710000158

article 710000159

article 710000160

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

article 999990066

article 999990067

article 999990068

article 999990069

article 999990070

article 999990071

article 999990072

article 999990073

article 999990074

article 999990075

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

cuaca 898100136

cuaca 898100137

cuaca 898100138

cuaca 898100139

cuaca 898100140

cuaca 898100141

cuaca 898100142

cuaca 898100143

cuaca 898100144

cuaca 898100145

news-1701