banner 728x250

Pinisepuh Sunda Halimah Munawir Gaungkan Sastra Indonesia di Negeri Paramida

banner 120x600
banner 468x60

PN. MESIRSastrawan Indonesia sekaligus pinisepuh Sunda, Halimah Munawir, kembali mengharumkan nama sastra Indonesia di kancah internasional. Melalui peluncuran buku puisi terbarunya berjudul Keagungan Kota Suci, Halimah menggaungkan khazanah sastra Indonesia hingga ke Mesir, negeri yang dikenal sebagai pusat peradaban Islam dan literasi dunia Arab.

Buku tersebut merupakan himpunan puisi tiga bahasa—Indonesia, Inggris, dan Arab—yang diterbitkan oleh penerbit Mesir Dar El Sholeh. Peluncuran resmi digelar di Mesir pada 29 Januari 2026, dan mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi, sastrawan, serta komunitas diaspora Indonesia.

banner 325x300

Acara peluncuran buku ini dibuka secara resmi oleh Mr. Abdul Muta’ali, Ph.D, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya sastra sebagai diplomasi budaya Indonesia di luar negeri.

“Sastra memiliki peran strategis dalam memperkenalkan identitas bangsa secara halus namun mendalam. Karya Ibu Halimah Munawir menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal Indonesia mampu berdialog dengan peradaban dunia,” ujar Abdul Muta’ali.

“Alhamdulillah, buku ini telah dilaunching di Mesir. Ini bukan sekadar peluncuran buku, tetapi juga perjumpaan budaya dan batin,” ujar Halimah Munawir, yang juga ketua umum Obor Sastra Indonesia dalam keterangannya.

Ketertarikan penerbit Mesir terhadap karya Halimah bukan tanpa sebab. Selama puluhan tahun, Halimah dikenal konsisten menggali kearifan lokal Nusantara, nilai spiritualitas, serta pengalaman kemanusiaan yang membumi. Dalam Keagungan Kota Suci, ia meramu pengalaman ziarah batin ke Tanah Haram dengan bahasa puitik yang jernih, reflektif, dan lintas budaya.

“Begitu naskah ini selesai, penerbit Mesir langsung menunjukkan minat. Mereka melihat ada kejujuran rasa dan kedalaman spiritual yang universal,” tutur Halimah.

Sebagai Ketua Umum Obor Sastra Indonesia, Halimah tidak hanya aktif menulis, tetapi juga berperan penting dalam pembinaan dan jejaring sastrawan lintas daerah dan generasi. Kiprahnya menjadikan sastra sebagai medium dialog budaya telah membawa karya-karya Indonesia menembus berbagai forum internasional.

Bagi Halimah, Tanah Haram memiliki daya magnet tersendiri. “Ada kerinduan yang terus berulang. Keagungan Kota Suci bukan hanya tentang tempat, tetapi tentang perjalanan jiwa manusia menuju keheningan dan kesadaran,” katanya.

Peluncuran buku ini menegaskan posisi sastra Indonesia sebagai bagian dari diplomasi budaya dan percakapan global, di mana nilai lokal, spiritualitas Timur, dan pengalaman kemanusiaan dapat saling bersua lintas bangsa.*** (Daus)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *