PN. BOGOR | — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan pengawasan anggota DPRD Jawa Barat difokuskan pada pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Program ini menggantikan kegiatan sosialisasi peraturan daerah (perda) dan mencakup peninjauan lapangan, rapat evaluasi dengan mitra komisi, serta penyerapan aspirasi masyarakat guna memastikan berbagai program pemerintah berjalan secara transparan dan efektif.
Beberapa program yang menjadi perhatian dalam pengawasan tersebut di antaranya program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Menurut Haji Fikri, poin-poin penting dalam kegiatan pengawasan DPRD Jawa Barat meliputi kebijakan eksekutif, pelaksanaan anggaran daerah (APBD), serta pengawasan pelayanan publik agar program pemerintah benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Sosialisasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan,” tutur Haji Fikri.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Politisi PKS tersebut berharap melalui kegiatan sosialisasi ini masyarakat dapat memahami peran dan tanggung jawab pemerintah serta ikut berpartisipasi aktif dalam proses pengawasan jalannya pemerintahan.
Sementara itu, dalam sambutannya Ketua DPC PKS Ciomas Kabupaten Bogor, Muhammad Arif, mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut.
“Kami mengapresiasi kegiatan Pak Haji yang turun langsung ke lapangan untuk mensosialisasikan aturan dan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Semoga kegiatan ini dapat mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berkinerja tinggi,” kata Arif.***(Liss)


















