PN. BOGOR | — Pelestarian nilai budaya tradisional, termasuk di dalamnya budaya pencak silat, dapat dilakukan oleh pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat melalui pendidikan formal dan informal, pengembangan komunitas, serta pemanfaatan teknologi informasi yang terus berkembang.
Kegiatan sapa warga berbasis budaya bertujuan untuk memperkuat jati diri budaya lokal Jawa Barat yang majemuk. Salah satu caranya antara lain dengan memasukkan materi budaya tradisional ke dalam kurikulum sekolah, menyelenggarakan festival budaya, mengembangkan pariwisata budaya, serta memanfaatkan teknologi digital untuk promosi dan pelestarian budaya.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., melaksanakan kegiatan sapa warga berbasis budaya Betawi sekaligus silaturahmi halal bihalal di Gazebo H. Dwi Sulaksana, Jl. Mad Noer, Jampang Kulon, Gg. Mushola Nurul Falah RT 04/04, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (29/3/2026).
Acara dibuka dengan pertunjukan palang pintu dan tari pencak silat yang dibawakan oleh anak-anak dari Padepokan Pencak Silat Sera Jaga Lawang pimpinan H. Daswara Sulanjana, yang menarik antusiasme masyarakat yang hadir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang membuat suasana menjadi khidmat.
H. Fikri mengatakan bahwa kegiatan sapa warga berbasis budaya tradisional berfokus pada pendekatan silaturahmi, pelestarian seni tradisional, dan dialog kebudayaan di wilayah yang memiliki komunitas Betawi, seperti Bekasi, Depok, dan Bogor.
“Silaturahmi kebudayaan Betawi sekaligus halal bihalal Idulfitri hari ini bertujuan untuk memperkuat identitas budaya lokal. Saya, sebagai anggota DPRD Jawa Barat, siap memfasilitasi pengembangan kesenian Betawi seperti pencak silat, ondel-ondel, dan tari tradisional untuk melestarikan budaya Betawi di Kabupaten Bogor,” tutur Haji Fikri.
Haji Fikri juga mengucapkan terima kasih kepada H. Daswara Sulanjana, Guru Besar Sera Jaga Lawang sekaligus Ketua Umum Kampung Silat Jampang; Kang Yatna, Ketua Umum PPS Hawa Murni Indonesia; Kang Sopian Sauri, Guru Besar Sakelid Sima Maung aliran Cimande; Kang Burhan, Guru Besar PPS Gerak Panca Bojonggede; Kang Shegy, Sekjen KSJ; tim Nayaga PS Jati Raharja 1 Parung pimpinan Nurhasan Acong; serta seluruh warga yang telah menyukseskan acara tersebut.
Mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor itu mengatakan bahwa program dewan menyapa warga merupakan wadah untuk menjaga nilai-nilai tradisi budaya lokal sekaligus memperkuat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat pemilihnya.
“Semoga melalui kegiatan sapa warga berbasis budaya seperti ini, Pemerintah dan DPRD Provinsi Jawa Barat semakin memperkuat komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi secara langsung, serta memperkuat nilai-nilai budaya Jawa Barat dalam setiap proses pembangunan daerah,” pungkasnya.***(Liss)


















