PajajaranNews. Bogor | — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, Haji Fikri Hudi Oktiarwan, menegaskan bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah-tengah masyarakat bukan sekadar agenda rutinitas tanpa meninggalkan bekas.
Kehadiran seorang wakil rakyat yang telah dipilih oleh masyarakat untuk menemui konstituennya merupakan upaya konstitusional dalam membangun jalur aspirasi warga, mulai dari akar rumput hingga ke tingkat pengambil keputusan di Provinsi Jawa Barat.
Melalui kunjungan kerja yang telah terjadwal, Haji Fikri ingin memastikan bahwa keluhan dan aspirasi masyarakat tidak berhenti di level bawah, tetapi benar-benar dapat direalisasikan menjadi program dan kebijakan pemerintah.
“Siang ini saya bertemu konstituen dengan tujuan untuk terus belajar mendengarkan setiap keluhan masyarakat serta menerima berbagai masukan yang mereka sampaikan,” kata Haji Fikri di Bogor, Selasa (7/4/2025).
Menurut Haji Fikri, para wakil rakyat memegang peran strategis dalam setiap tugas yang dijalankan, sekaligus berfungsi sebagai etalase partai politik di hadapan masyarakat, karena anggota dewan sering berhadapan langsung dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Mulai dari isu lingkungan, pelayanan publik, hingga kebutuhan sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, ia menilai kualitas program seorang anggota dewan di tingkat provinsi sangat ditentukan oleh seberapa baik ia mampu menyerap dan merealisasikan aspirasi warga.
Mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor ini menekankan bahwa kegiatan turun ke bawah (turba) bukan hanya soal efektivitas kerja partai politik, tetapi juga bagian dari upaya membangun kepercayaan publik. Ketika warga merasa didengar setiap keluhannya, partisipasi sosial akan tumbuh dan program yang dijalankan akan lebih tepat sasaran.
Dengan membuka ruang dialog langsung di tingkat desa dan kecamatan, Haji Fikri berharap dapat menyelaraskan agenda kedewanan dan arahan partai dengan kebutuhan nyata masyarakat, sekaligus memperkuat peran dan fungsinya sebagai penghubung antara suara warga dan kebijakan di tingkat provinsi.
“Kenapa kami harus terus belajar melayani masyarakat? Karena hal itu melatih kepekaan hati untuk dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai wakil rakyat,” pungkasnya.***(Liss)


















