PAJAJARANNEWS.COM, BEKASI — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid An-Nur Vila Besakih, Puri Gading, saat ratusan jamaah hadir memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW malam ke-39. Agenda rutin ini menjadi wahana penguat tali silaturahmi sekaligus peneguh kecintaan umat kepada Nabi Agung Muhammad SAW.
Acara diawali panduan MC Iwan Cantona yang membacakan urutan kegiatan, dilanjutkan tawasul yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Maulid Arba’in, Ustadz Yazid. Lantunan bait-bait mulia dari Kitab Maulid Simtudduror kemudian bergema syahdu, dibacakan secara bergantian oleh para ustadz utusan berbagai masjid se-kawasan Puri Gading.
Dalam panggung sambutan, Ketua Yayasan Masjid An-Nur sekaligus Ketua Pelaksana, Ustadz H. Taufik Hidayat, menyampaikan rasa terima kasih dan kebahagiaannya atas kehadiran seluruh jamaah. Secara khusus, beliau menyapa penceramah utama serta menyampaikan apresiasi tinggi kepada Sohibul Bait, Ustadz Deni, selaku Ketua DKM Masjid An-Nur.
“Rasa syukur yang mendalam atas kesempatan bersilaturahmi di Rumah Allah ini dalam momentum Maulid Nabi. Sudah sepatutnya kita senantiasa menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama sepanjang hayat,” tutur Ustadz H. Taufik Hidayat.
Memasuki acara inti, penceramah utama Al-Ustadz Abdul Atieq Syarifuddin, Lc., M.A., menegaskan keutamaan peringatan maulid. Menurutnya, keuntungan terbesar dari majelis maulid sejatinya kembali kepada umat yang tak henti memanjatkan selawat.
Ia berpesan agar momen mengingat Rasulullah tidak disempitkan hanya pada bulan Rabiul Awal semata, melainkan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nabi Muhammad adalah sosok istimewa. Detik-detik kelahirannya ditandai dengan pancaran cahaya (Al-Munawwarah) di wajah beliau yang belum pernah ada di tanah Mekkah. Kehadiran beliau bahkan membuat Abu Lahab ikut bersuka cita,” papar Ustadz Abdul Atieq.
Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa pembacaan karya-karya ulama seperti Kitab Simtudduror merupakan ikhtiar agar hati umat makin terpaut kepada Sang Nabi.
“Apabila peringatan maulid belum sanggup menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Rasulullah, artinya majelis yang kita ikuti belum memberikan bekas dalam jiwa,” pungkasnya di hadapan ratusan jamaah.*** (MA)












