PN. BOGOR | – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., menghadiri kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya yang diselenggarakan di Lapangan Utama SMAN 1 Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para siswa, guru, tokoh masyarakat, serta para pelaku seni budaya Sunda yang bersama-sama menunjukkan komitmen dalam melestarikan warisan budaya daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Haji Fikri mengajak seluruh pelajar untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya Sunda sebagai bagian dari jati diri bangsa. Menurutnya, budaya merupakan warisan luhur yang mengandung nilai-nilai kesopanan, gotong royong, penghormatan kepada orang tua, serta semangat kebersamaan yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.
“Generasi muda jangan sampai melupakan akar budayanya. Mencintai budaya Sunda berarti menjaga identitas, menghormati para leluhur, sekaligus memperkuat karakter bangsa. Budaya adalah kekayaan yang harus kita rawat bersama,” ujar Haji Fikri di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, tokoh PKS Kabupaten Bogor itu menegaskan bahwa tidak ada pertentangan antara budaya dan ajaran agama Islam selama masyarakat memahami batasan-batasan yang telah ditetapkan syariat.
Menurutnya, Islam mengajarkan untuk menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah hidup di tengah masyarakat selama tidak bertentangan dengan akidah maupun ketentuan agama.
“Budaya dan agama tidak perlu dipertentangkan. Jika dipahami dengan benar, budaya dapat menjadi media untuk memperkuat akhlak, mempererat persaudaraan, dan menjaga nilai-nilai luhur masyarakat. Yang terpenting adalah memahami batas-batas yang sesuai dengan ajaran Islam,” jelasnya.
Kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni tradisional Sunda yang dibawakan oleh para siswa SMAN 1 Cijeruk. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah apabila diberikan ruang untuk berekspresi dan berkreasi.
Melalui kegiatan ini, Haji Fikri berharap sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, tokoh masyarakat, dan pelaku budaya terus diperkuat sehingga budaya Sunda tetap lestari sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak, berbudaya, dan memiliki kecintaan terhadap bangsa serta daerahnya.
Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga membangun masa depan Jawa Barat yang tetap berakar pada nilai-nilai luhur budaya dan agama.***(Dull)


















