PN. BOGOR | – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Kabupaten Bogor, Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., menyampaikan pandangannya terkait berkembangnya wacana mengenai homoseksualitas yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI).
Menurutnya, isu yang menyangkut orientasi seksual perlu dikaji secara utuh dengan mempertimbangkan aspek ilmiah, kesehatan, sosial, budaya, agama, serta karakter masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Haji Fikri usai melaksanakan salat Jumat, Jumat (3/7/2026). Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang bertanggung jawab menghadirkan ruang diskusi akademik secara objektif, kritis, dan berimbang. Karena itu, setiap pembahasan mengenai isu-isu yang berkaitan dengan manusia, keluarga, dan kehidupan sosial hendaknya tidak hanya melihat satu perspektif, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
“Saya meyakini bahwa nilai-nilai kehidupan tidak hanya ditentukan oleh kesepakatan manusia yang dapat berubah mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga berpijak pada tuntunan Allah SWT sebagai Pencipta manusia yang paling mengetahui fitrah, kebutuhan, dan jalan terbaik bagi kehidupan manusia,” ujar Haji Fikri.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat tersebut menegaskan bahwa kebebasan akademik merupakan bagian penting dalam kehidupan kampus. Namun demikian, menurutnya kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral dan intelektual.
Ia berharap setiap narasi yang berkembang di lingkungan akademik mampu menghadirkan berbagai sudut pandang, termasuk perspektif agama, budaya, hukum, kesehatan masyarakat, serta dampaknya terhadap ketahanan keluarga.
Dalam konteks Jawa Barat, Haji Fikri menilai pemerintah daerah memiliki komitmen untuk menjaga ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat. Berbagai program pembangunan daerah juga menempatkan penguatan nilai-nilai religius, pendidikan karakter, serta pelestarian budaya Sunda sebagai bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu, menurutnya, setiap wacana yang berkembang di ruang publik perlu mempertimbangkan karakter sosial dan budaya masyarakat Jawa Barat.
Ia juga menyoroti aspek kesehatan masyarakat yang menurutnya tidak boleh diabaikan dalam pembahasan isu orientasi seksual.
Sejumlah penelitian kesehatan masyarakat menunjukkan adanya risiko yang lebih tinggi terhadap penularan HIV dan beberapa infeksi menular seksual pada kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL). Menurutnya, fakta-fakta ilmiah tersebut perlu menjadi bagian dari edukasi kesehatan secara komprehensif tanpa mengesampingkan pendekatan kemanusiaan dan upaya pencegahan.
Selain aspek kesehatan, Haji Fikri mengajak kalangan akademisi untuk terus memperluas kajian mengenai dampak sosial, psikologis, budaya, dan ketahanan keluarga. Ia menilai isu tersebut memerlukan pembahasan yang menyeluruh sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang utuh berdasarkan berbagai disiplin ilmu, bukan hanya dari satu pendekatan tertentu.
“Kampus memiliki tanggung jawab besar dalam membangun tradisi berpikir kritis. Karena itu, setiap isu yang sensitif hendaknya dikaji secara utuh dengan menghadirkan berbagai perspektif ilmiah, sosial, budaya, hukum, dan agama sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang seimbang dan komprehensif,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Haji Fikri berharap seluruh sivitas akademika terus menjaga tradisi keilmuan yang objektif, terbuka terhadap dialog akademik, serta tetap menghormati nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan norma-norma yang hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, perbedaan pandangan seyogianya menjadi ruang untuk memperkaya khazanah keilmuan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ketahanan keluarga, harmoni sosial, dan karakter religius masyarakat Jawa Barat.***(Dull)


















