PN. BOGOR | – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, pada Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut dikemas dengan nuansa kebudayaan sunda sekaligus menjadi momentum memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah bersama para tokoh budaya dan masyarakat setempat.
Acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan dihadiri oleh Camat Pamijahan dan sejumlah tokoh budaya Sunda, di antaranya Abah Heri, Abah Asep Koswara, serta para tokoh sepuh Tatar Sunda Kabupaten Bogor. Kehadiran para budayawan tersebut menjadi simbol pentingnya menjaga harmoni antara pelestarian budaya lokal dengan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Haji Fikri Hudi Oktiarwan menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD tidak hanya memastikan program pemerintahan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menyerap aspirasi warga secara langsung.
“Pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat persatuan masyarakat, dan menghadirkan kepedulian sosial. Momentum Tahun Baru Islam ini menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat kebersamaan,” ujar Haji Fikri.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni budaya Sunda, seperti pembacaan Kidung Sunda, tari Jaipongan, pencak silat, pembacaan puisi, serta berbagai penampilan seni tradisional lainnya. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sebagai bentuk nyata upaya melestarikan warisan budaya di tengah perkembangan zaman.
Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, Haji Fikri Hudi Oktiarwan juga menyerahkan bingkisan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan kebahagiaan sekaligus memperkuat semangat berbagi, khususnya dalam menyambut Tahun Baru Islam.
Menurut Haji Fikri, nilai-nilai sosial dan budaya merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan berdaya saing. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh budaya, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat.
Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Ciasihan ini menjadi contoh bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan legislatif dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Bogor dan Jawa Barat yang maju, berbudaya, serta semakin sejahtera.***(Wfa)


















