PN. BOGOR | – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos, melaksanakan kunjungan silaturrahmi ke Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Bertemu dan bersialog dengan perempuan PKS se Kecamatan Gunung Putri, Minggu, 19 Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Haji Fikri menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan bangsa di tengah meningkatnya berbagai ancaman nonmiliter.
Menurut Haji Fikri, penguatan keluarga menjadi semakin relevan seiring diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya penguatan ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai ancaman nonmiliter, seperti persoalan sosial, degradasi moral, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, hingga disintegrasi sosial.
“Keluarga adalah benteng pertama dalam membangun karakter bangsa. Ketika keluarga kuat, maka masyarakat akan kuat, dan pada akhirnya negara juga akan semakin kokoh menghadapi berbagai tantangan,” ujar Haji Fikri.
Ia menyoroti tingginya angka perceraian di Kabupaten Bogor yang mencapai sekitar 9.000 kasus setiap tahun. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peringatan serius karena perceraian tidak hanya berdampak pada pasangan suami istri, tetapi juga terhadap tumbuh kembang anak, kondisi psikologis keluarga, hingga stabilitas sosial masyarakat.
Haji Fikri menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama rapuhnya ketahanan keluarga adalah tersumbatnya komunikasi di dalam keluarga. Kurangnya komunikasi yang sehat antara suami dan istri maupun antara orang tua dan anak dapat memicu berbagai persoalan yang berujung pada konflik rumah tangga.
“Komunikasi yang baik adalah kunci keharmonisan keluarga. Banyak persoalan sebenarnya dapat diselesaikan apabila setiap anggota keluarga mau saling mendengar, saling memahami, dan saling menguatkan,” katanya.
Atas dasar itu, tokoh PKS Kabupaten Bogor itu mendorong hadirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga sebagai payung hukum yang mampu memperkuat berbagai program pembinaan keluarga, pendidikan karakter, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga di Jawa Barat.
Selain aspek sosial, Haji Fikri juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah tersedia, seperti pelatihan keterampilan kerja, pemberdayaan usaha keluarga, bantuan sektor pertanian melalui Kelompok Wanita Tani (KWT), serta bantuan budidaya ayam petelur skala rumah tangga (ayam mini) yang dapat menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.
“Program-program pemberdayaan ekonomi ini harus dimanfaatkan dengan baik agar keluarga memiliki daya tahan ekonomi yang kuat. Ketahanan keluarga tidak hanya dibangun dari sisi moral, tetapi juga dari kemampuan memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri,” jelasnya.
Di akhir penyampaiannya mantan ketua fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
“Penguatan akhlak dan nilai-nilai Islam harus terus ditanamkan sejak dini. Generasi muda membutuhkan pondasi keimanan, akhlak mulia, serta karakter yang kuat agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Ketahanan keluarga, ketahanan masyarakat, dan ketahanan bangsa harus dibangun secara bersama-sama melalui pendidikan, ekonomi yang kuat, dan nilai-nilai keagamaan yang kokoh,” tutup Haji Fikri.***(Dull)














