PN. BOGOR | – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus penggiat dan pendamping Kampung Ramah Lingkungan (KRL), Haji Fikri Hudi Oktiarwan, mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai gerakan nyata yang dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Launching Forum Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Kamis (11/6/2026), yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Dalam kesempatan itu, Haji Fikri menekankan bahwa persoalan sampah dan kelestarian lingkungan merupakan isu kekinian yang membutuhkan kolaborasi semua pihak. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk mengubah kebiasaan sehari-hari.
“Kita butuh keteladanan untuk menjaga bumi. Kalau kita jaga bumi, bumi akan jaga kita,” ujarnya di hadapan peserta kegiatan.
Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi. Menurutnya, membagikan aktivitas positif terkait pengelolaan lingkungan di media sosial bukanlah bentuk pamer apabila diniatkan untuk menginspirasi masyarakat.
“Sekarang zamannya media digital. Niatkan apa yang kita lakukan untuk mengajarkan dan menunjukkan bahwa kita telah berbuat baik menjaga lingkungan. Bukan untuk ria atau pamer, tetapi agar semakin banyak orang ikut bergerak menjaga bumi,” katanya.
Dalam paparannya, Haji Fikri memperkenalkan berbagai inovasi berbasis masyarakat yang telah dikembangkan melalui konsep Survival Architecture Indonesia. Program tersebut mendorong pengelolaan sampah terpadu, pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan ruang terbatas secara produktif, hingga penggunaan teknologi digital sebagai media edukasi lingkungan.
Menurutnya, kawasan padat penduduk pun dapat disulap menjadi laboratorium hidup yang menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di tingkat komunitas.
Ia menegaskan bahwa DPRD Provinsi Jawa Barat akan terus memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki komitmen menjaga lingkungan dan mengembangkan inovasi pengelolaan sampah.
“Kami di DPRD Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendukung komunitas dan kelompok masyarakat yang bergerak menjaga lingkungan hidup. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus diperkuat,” ungkapnya.
Haji Fikri juga mengapresiasi gerakan Forum KRL yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah anorganik, tetapi juga mendorong pengolahan sampah organik agar memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi beban lingkungan. Menurutnya, pendekatan tersebut mampu menciptakan manfaat sosial, ekonomi, dan ekologis secara bersamaan.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membangun budaya peduli sampah di setiap kampung.
“Indonesia bisa menjadi besar bukan hanya karena gedung-gedung tinggi, tetapi karena lingkungannya terjaga. Kalau Indonesia masih punya harapan, maka kita hanya butuh lebih banyak keteladanan. Mari mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” pungkas Haji Fikri.***(Wfa)














