PN. BOGOR | — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor sejak Senin (4/5/2026) siang hingga malam membuat sejumlah wilayah terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.
Banjir di Kecamatan Sukaraja mengakibatkan akses jalan dan perumahan warga di Kampung Bojong Jengkol, Desa Cilebut Barat, terendam air hingga setinggi lutut orang dewasa.
Sementara itu, di Kecamatan Ciomas, banjir menggenangi Kampung Selahuni, Desa Ciomas Rahayu, sejak pukul dua siang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sebanyak 30 rumah warga terdampak banjir di wilayah tersebut.
Camat Ciomas, Tirta Juarta, mengungkapkan bahwa hujan deras dengan durasi panjang sejak siang hingga malam menyebabkan hampir seluruh desa dan kelurahan di wilayahnya terdampak banjir.
“Hari ini seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Ciomas rata kebanjiran. Hal itu karena tingginya curah hujan dengan durasi yang lama sejak siang hingga sore hari. Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun jiwa,” kata Tirta.
Di Kecamatan Cariu, akses jalan Jonggol–Cariu sempat terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, banjir berangsur surut setelah hujan reda dan tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, mengatakan mayoritas kejadian telah berhasil ditangani melalui proses evakuasi dan kaji cepat di lapangan oleh tim BPBD.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos mengatakan, bahwa meskipun bulan Mei di berbagai wilayah di Jawa Barat sudah memasuki musim kemarau, namun khusus Kabupaten Bogor hujan masih berpotensi turun setiap hari.
“Meskipun sebagian wilayah Jawa Barat sudah memasuki musim kemarau di tahun 2026, BMKG memastikan wilayah Bogor, baik kota maupun kabupaten, akan tetap basah dan diguyur hujan,” tutur Haji Fikri.
“Faktor geografis di kaki pegunungan, seperti Gunung Salak dan Gede Pangrango, memicu hujan orografis, sehingga Bogor memiliki curah hujan tinggi sepanjang tahun meskipun intensitasnya relatif lebih rendah dibandingkan puncak musim hujan,” tambahnya.
Politisi PKS Kabupaten Bogor itu mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada saat hujan deras, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.
Haji Fikri juga menyarankan warga untuk menghindari berteduh di bawah papan reklame maupun di bawah pohon karena berisiko saat terjadi angin kencang.
“Hindari berteduh di bawah pohon saat hujan karena sangat berbahaya. Pohon tinggi merupakan sasaran utama sambaran petir yang dapat mengalirkan listrik ke tubuh. Selain itu, angin kencang dan hujan deras meningkatkan risiko pohon tumbang atau dahan patah yang dapat menimpa orang di bawahnya,” pungkasnya.***(Wfa)


















