PN. BOGOR | — Tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Provinsi Jawa Barat, Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., mengucapkan selamat Hari Buruh dan berharap agar kebijakan negara semakin menyejahterakan serta melindungi pekerja, baik di dalam maupun di luar negeri.
Menurut Haji Fikri, pekerjaan rumah terbesar bangsa ini adalah bagaimana mensejahterakan para pekerja, serta memberikan perlindungan dan jaminan ketenagakerjaan.
Isu kesejahteraan dan perlindungan pekerja sejatinya bukan hanya isu nasional, tetapi juga isu internasional. Di tengah dominasi sistem ekonomi liberal kapitalis, posisi tawar pekerja acapkali marginal dan lemah.
Untuk itu, dibutuhkan komitmen dan konsistensi kebijakan negara yang tidak boleh kalah oleh kepentingan pemodal dan investasi. Modal dan investasi memang diperlukan untuk pembangunan dan penyerapan tenaga kerja, namun kebijakan ketenagakerjaan juga harus diatur secara bermartabat dan berkeadilan.
Selama ini, PKS tetap konsisten memperjuangkan kedua isu tersebut dengan tegas menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai merugikan buruh, terutama dari sisi kebijakan pengupahan, outsourcing, dan hubungan industrial lainnya.
“PKS sejak awal secara tegas menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, bahkan hingga walk out dari sidang paripurna. Sikap itu sejalan dengan aspirasi buruh dan berbagai elemen bangsa. Undang-undang itu akhirnya disahkan karena PKS kalah suara, dan sampai hari ini buruh tetap meminta UU itu dibatalkan, khususnya klaster ketenagakerjaan,” kata Haji Fikri.
Mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor tersebut menegaskan bahwa pekerja adalah pilar utama kemajuan bangsa. Di balik setiap roda ekonomi yang bergerak, terdapat keringat, dedikasi, dan harapan para buruh yang terus berjuang demi kehidupan yang lebih baik.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Barat untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan industri yang maju sekaligus menghadirkan kesejahteraan yang adil bagi pekerja. Menurutnya, kemajuan sejati adalah ketika pertumbuhan berjalan seiring dengan keadilan.
“Saatnya kita berdiri bersama, menguatkan ketahanan Indonesia melalui ekonomi, pangan, dan energi yang berpihak pada rakyat,” tambahnya.
Haji Fikri berharap, di momen Hari Buruh ini, pemerintah terus memperkuat kebijakan dan program yang riil serta konkret dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan melindungi nasib pekerja, khususnya para pekerja di Jawa Barat.***(Dull)


















