PN. BOGOR | — Kabupaten Bogor menawarkan beragam destinasi wisata alam yang sejuk dan asri, terutama di kawasan Puncak, Sentul, dan kaki Gunung Salak. Destinasi populer tersebut di antaranya Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kebun Raya Bogor dan Cibodas, serta sejumlah curug seperti Curug Cilember dan Curug Seribu. Kawasan ini menjadi pilihan wisata untuk trekking, camping, hingga relaksasi.
Pengembangan potensi wisata daerah berbasis alam dinilai menjadi strategi yang prospektif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah sekaligus kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., saat bertemu masyarakat di Kecamatan Ciomas, Kamis (7/5/2026).
Haji Fikri mengatakan bahwa pengembangan wisata daerah berbasis alam dapat dilakukan melalui pemetaan potensi alam, seperti sungai, gunung, dan persawahan, dengan melibatkan masyarakat lokal melalui konsep Community Based Tourism. Selain itu, pembangunan infrastruktur ramah lingkungan yang berfokus pada keaslian, konservasi, dan pengalaman unik, seperti trekking maupun agrowisata, dinilai mampu meningkatkan daya tarik wisatawan.
Menurutnya, pembangunan pariwisata berbasis alam tidak hanya berbicara tentang menciptakan destinasi yang menarik, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang sektor pariwisata. Karena itu, konsep pembangunan pariwisata yang utuh memegang peranan penting.
Haji Fikri menjelaskan, terdapat empat pilar utama dalam pengembangan wisata daerah berbasis alam. Pilar pertama adalah destinasi wisata, yang mencakup seluruh wilayah atau area yang memiliki daya tarik khusus bagi wisatawan.
Pilar kedua adalah promosi dan pemasaran wisata alam. Menurutnya, pemasaran dan promosi pariwisata merupakan proses strategis dalam pengembangan destinasi agar mampu menarik wisatawan untuk berkunjung.
Pilar ketiga adalah industri pariwisata, yang mencakup berbagai usaha dan bisnis penyedia barang, produk, maupun jasa untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.
Sementara pilar terakhir adalah kelembagaan kepariwisataan, yang mencakup struktur organisasi dan sistem yang mendukung pengelolaan serta pengembangan sektor wisata alam.
Mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor itu menegaskan bahwa pengembangan wisata daerah berbasis alam membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat lokal.
Ia juga menilai perkembangan teknologi internet, khususnya media sosial, membuat kebutuhan masyarakat terhadap wisata alam tidak lagi sekadar sarana rekreasi, tetapi juga menjadi bagian dari aktualisasi diri melalui foto dan video yang dibagikan di media sosial.
Haji Fikri berharap wisata alam Kabupaten Bogor semakin maju seiring besarnya potensi daerah tersebut sebagai wilayah dengan destinasi dataran tinggi, curug, serta tujuan liburan favorit masyarakat Jabodetabek. Pengembangan strategis sektor pariwisata diyakini mampu memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan perekonomian daerah.***(Dull)


















