PN. BOGOR | — Sekretaris Dewan Syariah Pusat (DSP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfud Mahfudz, mengajak umat Islam menyambut bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak ketaatan, menjauhi kemaksiatan, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui ibadah kurban.
Dalam kegiatan Launching Syiar Dzulhijjah, Kamis (7/5/2026), Mahfud menjelaskan bahwa Dzulhijjah termasuk dalam empat bulan mulia yang dimuliakan Allah SWT.
“Ibarat ketika kita menjelang bulan Ramadan ada tarhib Ramadan, maka ini bisa dikatakan sebagai tarhib Dzulhijjah, yaitu mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya bulan Dzulhijjah yang merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keistimewaan bulan Dzulhijjah harus diisi dengan amal saleh dan menjauhi kezaliman.
“Apa bentuk kezaliman yang dilarang oleh Allah? Yang pertama, kezaliman dengan menjalankan dan melakukan kemaksiatan. Yang kedua, kezaliman dengan meninggalkan ketaatan,” katanya.
Mahfud juga menyoroti keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pada momentum tersebut, berbagai ibadah berkumpul, mulai dari puasa, salat Iduladha, kurban, hingga ibadah haji.
“Rasulullah memberikan motivasi dengan mengatakan tidak ada hari-hari yang Allah lebih cintai daripada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan kurban sebagai bentuk ketakwaan sekaligus solidaritas sosial.
“Semoga ini bisa menumbuhkan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di Palestina dan saudara kita di Sumatera yang belum tuntas proses pemulihannya. Mari kita berikan solidaritas dan tunjukkan kepedulian kita dengan berkurban,” tukasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Kabupaten Bogor, Haji Fikri Hudi Oktiarwan, mengatakan bahwa bulan Dzulhijjah merupakan bulan mulia, salah satu bulan haram, yang menjadi puncak ibadah haji, penyembelihan hewan kurban, dan momentum berbagi kepedulian sosial.
“Pelajaran dari sejarah Dzulhijjah adalah umat Islam meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dalam berkurban, saat diperintahkan Allah untuk menyembelih anak yang sangat disayanginya, sebagai bukti ketaatan total kepada Tuhan. Selain itu, terdapat pelajaran dalam mempererat tali persaudaraan melalui pembagian daging hewan kurban,” tutur Haji Fikri.
Politisi PKS Jawa Barat itu mengajak masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor, untuk bersama-sama mensyiarkan bulan Dzulhijjah sebagai bulan mulia yang penuh berkah dan ampunan. Menurutnya, Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah yang memiliki keutamaan istimewa, terutama pada 10 hari pertamanya.


















