PN. BOGOR — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Haji Fikri Hudi Oktiarwan, mengatakan bahwa Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Almuzzammil Yusuf, menegaskan pentingnya keimanan bagi calon pemimpin Indonesia di masa depan.
Menurut Haji Fikri, pernyataan tersebut disampaikan Presiden PKS dalam kegiatan Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) yang digelar di Kantor DPTP Partai Keadilan Sejahtera, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Dalam sambutannya, H. Almuzzammil menyampaikan bahwa semangat kepemudaan dalam Surah Al-Kahfi selalu dinisbatkan dengan keimanan. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci mukjizat yang Allah turunkan kepada para pemuda Ashabul Kahfi.
“Kepemudaan dalam Surah Al-Kahfi dinisbatkan pada iman. Itu menjadi kunci mukjizat yang Allah turunkan kepada mereka,” ujarnya.
Presiden PKS berharap APMI menjadi momentum kebangkitan keimanan pemuda PKS sekaligus ruang lahirnya calon pemimpin bangsa yang memiliki ruh perjuangan yang kuat.
“Melalui APMI, saya berharap terjadi kebangkitan keimanan pemuda PKS. Jangan berpikir ingin menggores tinta sejarah tanpa menancapkan iman di dada sebagai ruh perjuangan. Jadilah pemimpin yang kuat spiritualitas dan visioner,” kata Almuzzammil.
Menurut Haji Fikri, Presiden PKS juga mengingatkan kepada para peserta akademi bahwa sejarah perjuangan Islam banyak ditorehkan oleh anak-anak muda yang memiliki keimanan kokoh. Ia mencontohkan kisah Ashabul Kahfi hingga perjuangan Rasulullah SAW bersama para sahabat yang mayoritas merupakan pemuda.
Dahulu Rasulullah berjuang bersama para sahabat yang rata-rata usianya adalah pemuda. Dari sepuluh sahabat terbaik, empat di antaranya adalah pemuda. Dan mereka menorehkan sejarahnya dengan keimanan.
Haji Fikri menilai apa yang disampaikan Presiden PKS dalam kegiatan APMI merupakan simbol sekaligus peneguhan sikap PKS untuk melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa, bukan sekadar mengejar kemenangan elektoral.
“Melalui APMI, Presiden PKS meneguhkan sikap bahwa PKS ingin melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa, bukan sekadar memenangkan kursi dan kepentingan elektoral,” kata Haji Fikri.
Haji Fikri menjelaskan pesan yang disampaikan H. Almuzzammil saat penutupan kegiatan APMI mempertegas visi kepemimpinan PKS yang harus memiliki akar nilai keimanan serta kebermanfaatan yang kuat bagi masyarakat.
“Jadi jelas bahwa PKS hendak mempersiapkan pemimpin yang berakar kuat, bukan pemimpin yang loyo. Kuat akar nilai, spiritualitas, kepedulian, dan kebermanfaatan untuk sesama,” tutup Haji Fikri.


















