PN. BOGOR | – Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menempatkan keluarga sebagai pusat pendidikan karakter dan pembentukan generasi bangsa. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., menegaskan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama kehidupan sekaligus fondasi utama dalam membangun ketahanan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.
Menurut Haji Fikri, kondisi masyarakat Jawa Barat saat ini menghadapi beragam dinamika yang memerlukan perhatian serius. Mulai dari meningkatnya pengaruh media digital terhadap anak, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga melemahnya komunikasi dalam keluarga akibat kesibukan orang tua. Persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui regulasi pemerintah, tetapi membutuhkan peran keluarga yang kuat sebagai benteng utama pembentukan akhlak dan karakter generasi muda.
“Keluarga adalah sekolah pertama kehidupan. Dari keluargalah anak belajar tentang nilai agama, akhlak, kasih sayang, disiplin, dan tanggung jawab. Jika keluarga kokoh, maka masyarakat akan kuat, dan bangsa pun akan semakin tangguh menghadapi tantangan zaman,” ujar Haji Fikri. Selasa (7/72026).
Ia juga menyoroti fenomena fatherless, yaitu kondisi ketika seorang ayah tidak hadir secara emosional dalam kehidupan anak meskipun secara fisik berada di rumah. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi salah satu tantangan nyata yang harus segera diatasi karena berpengaruh terhadap perkembangan psikologis, kepercayaan diri, hingga karakter anak.
Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional 2026, Haji Fikri mengajak seluruh orang tua, khususnya para ayah, untuk kembali mengambil peran aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Kehadiran ayah bukan sekadar sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, sahabat, dan teladan yang mampu membangun komunikasi hangat di dalam keluarga.
Sebagai bagian dari komitmen membangun ketahanan keluarga, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan keluarga melalui Rumah Keluarga Indonesia (RKI).
Program tersebut menjadi ruang edukasi, konsultasi, serta pembinaan keluarga agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun perkembangan teknologi digital. Selain itu, PKS juga terus mendorong lahirnya berbagai kebijakan yang berpihak pada perlindungan keluarga, peningkatan kualitas pendidikan anak, pemberdayaan perempuan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan budaya sebagai pondasi kehidupan bermasyarakat.
“Mari kita jadikan Hari Keluarga Nasional ini sebagai momentum memperkuat keluarga. Dengan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, komunikasi yang baik, dan dilandasi ketakwaan kepada Allah SWT, insya Allah akan lahir generasi yang berakhlak mulia, tangguh, dan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju dan bermartabat,” tutup Haji Fikri.
Momentum Harganas 2026 diharapkan tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama untuk mengembalikan keluarga sebagai pusat pendidikan karakter, sehingga Jawa Barat dapat melahirkan generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas dengan tetap berpegang teguh pada nilai agama, budaya, dan moral bangsa.***(Dull)


















