Ismail A. Rahim Menyambut Baik Jatim Masuk Seratus Koperasi Besar di Indonesia.

JATIM I — Anggota DPRD Pamekasan, yang akan melenggang menjadi Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dapil 5 Jember Lumajang dari Partai Gerindra – Ismail A. Rahim, menyambut baik dan mengapresiasi Kementerian Negara Koperasi dan UMKM RI memilih Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Jatim masuk seratus koperasi besar di Indonesia.

“Terpilihkan Puskud dalam kategori tersebut membuktikan bahwa dunia perkoperasian di Jatim masih menjadi pilihan utama dalam keberlangsungan ekonomi masyarakat,” terang Ismail, Senin (14/08/2023).

Sementara Ketua Umum Puskud Jatim, Drs.H.Mardjito GA, MM, mengatakan, sebagai koperasi sekunder, Puskud beranggotakan 702 KUD. Volume kegiatan usaha sampai tahun buku 2011 mencapai Rp 1.847.600.000.000,00 dengan nilai asset mencapai Rp.85.160.193.430,90. Sementara jumlah anggota atau masyarakat yang terlayani sebanyak 2.241.287 orang dan jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 11.775 orang.
Dikatakannya, Unit Simpan Pinjam (USP) Terintegrasi merupakan terobosan dari sistem usaha bersama dengan KUD yang memberikan dampak positif pada masyarakat pedesaan.

“Usaha itu dikembangkan seiring tumbuhnya kegiatan simpan pinjam yang cenderung menggunakan sistem yang tidak sehat dan memberatkan masyarakat. Sementara usaha Puskud Jatim yang memberikan pendapatan dan langsung bersentuhan dengan usaha KUD anggota adalah PPOB dan USP Terintegrerasi,” katanya.

Program usaha PPOB (Payment Point Online Bank) yang dirintis sejak tahun 2009, telah mampu menghidupkan kembali KUD-KUD di Jatim yang sebelumnya sudah hampir “mati suri” atau tidak berdaya untuk hidup pasca dicabutnya berbagai program usaha dari pemerintah sejak tahun 1998.

Usaha penunjang lain yang memberikan kontribusi positif baik secara kelembagaan maupun usaha adalah usaha dengan sistem PPOB yakni, listrik, PDAM, pulsa dan unit pembayaran lainnya.

“Dengan jumlah penduduk Jatim yang besar, merupakan potensi usaha yang dapat dikembangkan dan membangkitkan KUD,” terangnya.

Rintisan usaha melibatkan anggota adalah USP Terintegrasi yang dirintis pada tahun 2003. Sampai akhir 2011, telah terealisasi sebanyak 142 KUD dengan modal penyertaan Puskud Jatim sebesar Rp 14,2 milyar. Pada akhir  tahun 2012, jumlah USP KUD Terintegrasi ditarget sampai akhir tahun 2012 menjadi 200 KUD. Ke depan target akhir yang ingin dicapai adalah sekitar 80 persen yang diharapkan bergabung dalam USP KUD Terintegrasi. Program tersebut nantinya bisa ditingkatkan menjadi Bank Koperasi Unit Desa di Jatim.
Selain Puskud Jatim, ada dua koperasi sekunder lain yang masuk dalam rilis seratus Koperasi Besar Indonesia (KBI) yaitu, Induk Koperasi Pegawai Negeri (IKPRI) dan Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT). Tiga koperasi tersebut dianggap telah mampu mengkonsolidasikan kegiatan usaha para anggotanya, sehingga bisnisnya berkembang secara mantab dan berkelanjutan.

Melihat perkembangan tersebut Ismail menilai belum banyak koperasi sekunder yang mampu membangun sinergi vertikal dengan para anggotanya.

“Bahkan masih ada beberapa koperasi sekunder yang justru bersaing dengan koperasi primernya. Sinergi bisnis secara vertikal dengan anggotanya dan sinergi horisontal antar koperasi maupun dengan badan usaha lain akan meminimalkan resiko bisnis dan sekaligus memperkuat stabilitas perkembangan bisnis yang berkelanjutan,” terang Ismail.

Lebih jauh Ismail menambahkan bahwa Sinergi bisnis ini tidak hanya penting bagi koperasi dan anggotanya, tetapi juga penting bagi kelangsungan pembangunan yang berkelanjutan.***

Loading

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: pajajaranred@gmail.com Terima kasih.