Silat Beksi dan Wacana Kampung Silat

PN. JAKARTA l – Silat Beksi ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi DKI Jakarta. Hak itu tidak dapat dipungkiri, karena sudah mempunyai literatur khusus. Demikian pernyataan H. Marullah Matali, Lc. MAg, Walikota Administrasi Jakarta Selatan didampingi oleh Hj. Sri Saraswaty, SH. Msi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekko Kota Adm Jaksel disela membuka penerimaan audiensi dengan Sanggar Seni Budaya Topeng Blantek Fajar Ibnu Sena (17/01) perihal Kampung Silat Beksi Petukangan di Ruang Rapat Walikota Adm Jakarta Selatan Blok A Lantai 2, Jl. Prapanca Raya No. 9 Kebayoran Baru.

Turut hadir Walikota Adm Jaksel, Asisten Ekbang Sekko Kota Adm Jaksel, Kasudin Parbud Kota Adm Jaksel, Kasudin Kominfo dan Kota Adm Jaksel, Kasudin Pendidikan Wil I Kota Adm Jaksel, Kasudin Pendidikan Wil II Kota Adm Jaksel, Kasudin Orda Kota Adm Jaksel, Ka. Unit Pengelola Kawasan PBB Setu Babakan, Camat Se Kota Adm Jaksel, Kabag Tata Pemerintahan Setko Kota Adm Jaksel, Kabag Perekonomian Setko Kota Adm Jaksel, Kabag Kesra Setko Kota Adm Jaksel, Lurah Kelurahan Ulujami Kota Adm Jaksel, Ketum Badan Pengurus LKB, Ketua Sanggar Seni Budaya Topeng Blantek Fajar Ibnu Sena.

H. Marullah Matali, Lc. MAg, Walikota Administrasi Jakarta Selatan menjelaskan bahwa klaim Kampung Silat Beksi itu bisa ada di Jaksel atau Jakbar, sementara Jakpus, Jaktim, dan Jakut tidak. Cuma murid-murid dari guru-guru Silat Beksi telah menyebar kemana-mana.

“Diharapkan mudah-mudahan Jakarta Selatan dapat mewujudkan Kampung Petukangan menjadi Kampung Silat Beksi betul-betul bisa terwujud,” jelasnya Marullah.

Lebih jauh Marullah menjelaskan, banyak tantangan untuk mewujudkan itu semua. Dan boleh jadi kita cuma dapati hanya padepokan kecil saja, bukannya sebuah kampung yang hanya ada beberapa orang saja. Kampung itu bisa kita ambil contoh Kampung Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur. Kalau kita masuk banyak orang yang cas cis cus berbahasa Inggris.

“Sekarang kalau kita ke Petukangan, banyak tidak orang yang maen pukul (silat beksi) dan berdirinya jejeg tidak goyang dan kalau kuda-kudanya masih terlihat goyang begitu, masa sih kita bilang Kampung Silat Beksi,” tegasnya.

Jadi menurut Marullah, banyak yang harus kita siapkan dengan segala tantangannya. Meski begitu katanya jangan khawatir atau kecil hati dengan segala tantangan. “Kalau kita mau meningkat maju, mudah-mudahan banyak jalan menuju Roma,” imbuhnya.

Audiensi tersebut ditutup dengan Atraksi Silat Beksi dan Foto bersama yang diselingi pemberian cindera mata sebuah alat musik rebana biang oleh Sanggar Seni Budaya Topeng Blantek Fajar Ibnu Sena kepada Walikota Administrasi Jakarta Selatan.*** (Ziz/ft. Ist)

499 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Copyright © 2019 Pajajaran News                        All Rights Reserved Powered by MasHer